Sorong — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sorong, Muhudar Wailegi, menekankan pentingnya membiasakan peserta didik melaksanakan shalat lima waktu, disiplin menyelesaikan tugas, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan prestasi, serta memanfaatkan teknologi secara positif dalam mendukung proses pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Muhudar saat menjadi pembina upacara di MI dan MTs Ar Raodah Kota Sorong, Jalan S. Kalagison KM 10 Masuk, Kampung Bugis, Distrik Sorong Utara, Kota Sorong, Senin (28/9/2026).
Dalam amanatnya, Muhudar mengingatkan para peserta didik bahwa shalat lima waktu merupakan kewajiban yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan disiplin.
“Shalat lima waktu jangan sampai ditinggalkan. Anak-anak harus membiasakan diri untuk melaksanakan shalat tepat waktu. Jangan hanya belajar dan mengejar nilai, tetapi kewajiban kita kepada Allah SWT juga harus diperhatikan,” ujar Muhudar Wailegi.
Selain persoalan ibadah, Muhudar juga menyoroti pentingnya kedisiplinan peserta didik dalam menyelesaikan tugas rumah yang diberikan oleh guru. Ia meminta agar tugas rumah dikerjakan di rumah dan diselesaikan tepat waktu.
"Kalau guru memberikan tugas rumah, maka tugas itu harus dikerjakan di rumah dan diselesaikan tepat waktu. Jangan tugas rumah dibawa ke sekolah kemudian baru dikerjakan di sekolah. Kalau dikerjakan di sekolah, berarti itu namanya tugas sekolah, bukan tugas rumah,” tegasnya.»
Menurut Muhudar, kedisiplinan dalam mengerjakan tugas merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Peserta didik perlu belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan serta mampu mengatur waktu antara belajar, beribadah, beristirahat, dan kegiatan lainnya.
Advertisement
Muhudar juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Menurutnya, lingkungan belajar yang bersih dan nyaman akan mendukung proses pembelajaran sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih pada peserta didik.
“Jaga kebersihan sekolah. Jangan membuang sampah sembarangan. Lingkungan yang bersih akan membuat kita nyaman untuk belajar. Karena itu, kebersihan harus menjadi kebiasaan dan tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Muhudar Wailegi, saat menjadi pembina upacara di MI dan MTs Ar Raodah Kota Sorong, Senin (28/9/2026)Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong, Muhudar Wailegi, saat menjadi pembina upacara di MI dan MTs Ar Raodah Kota Sorong, Senin (28/9/2026)

Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak menjadikan persoalan tersebut hanya sebagai tanggung jawab petugas kebersihan. Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Muhudar juga mendorong peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi. Ia meminta siswa tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga mengembangkan potensi yang dimiliki dalam berbagai bidang.
“Anak-anak harus punya cita-cita dan harus punya prestasi. Belajar dengan sungguh-sungguh, manfaatkan kesempatan yang ada, dan jangan takut untuk berkompetisi. Prestasi tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan melalui belajar, disiplin, dan kerja keras,” ujar Muhudar.
Menurutnya, prestasi dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik, termasuk bidang keagamaan, olahraga, seni, teknologi, dan berbagai kegiatan positif lainnya.
Muhudar juga mengingatkan peserta didik dan pihak madrasah agar perkembangan teknologi digital dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan. Menurutnya, digitalisasi memberikan peluang yang luas bagi peserta didik untuk memperoleh informasi, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan.
“Teknologi sekarang sudah berkembang. Anak-anak harus bisa memanfaatkannya untuk belajar. Gunakan teknologi untuk mencari ilmu, membaca, menambah wawasan, dan mengembangkan kemampuan. Jangan sampai teknologi justru membuat kita malas belajar,” ungkapnya.»
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus disertai dengan tanggung jawab. Peserta didik perlu mampu memilah informasi, menggunakan internet secara bijak, serta tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang ditemukan di ruang digital.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap harus punya batas dan tanggung jawab. Teknologi adalah alat. Kalau digunakan dengan baik, teknologi dapat membantu kita belajar dan meraih prestasi,” tambahnya.»
Muhudar berharap MI dan MTs Ar Raodah terus beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi pendidikan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai agama, karakter, kedisiplinan, dan budaya belajar yang baik.
“Kita ingin anak-anak madrasah menjadi generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi dengan baik, dan mampu menunjukkan prestasi. Semua itu harus dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari,” pungkasnya.