SORONG, GSNews.co — Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pariwisata menyambut kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Jerman untuk Republik Indonesia ke kawasan wisata mangrove Kelawalu, Kota Sorong, Minggu (27/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata berbasis ekowisata sekaligus membuka peluang kerja sama dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove yang berada di wilayah Kota Sorong.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sorong, Zikri Helmi, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan tersebut karena dapat menjadi awal dari terbukanya peluang kerja sama antara Pemerintah Kota Sorong dengan pihak Jerman.

“Kami menyambut baik kunjungan ini. Kami berharap ada peluang kerja sama ke depan, terutama dalam menjaga kawasan mangrove sekaligus mengembangkan potensi wisatanya,” ujar Zikri.

Menurutnya, kawasan mangrove Kelawalu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Namun, sejumlah fasilitas pendukung masih perlu dibenahi agar kawasan tersebut dapat kembali menarik minat masyarakat maupun wisatawan.

Zikri mengatakan, pengembangan kawasan tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur wisata, tetapi juga harus memperhatikan keberlangsungan ekosistem mangrove.
Advertisement

“Yang paling penting adalah bagaimana wisata ini bisa berkembang, tetapi hutan mangrovenya tetap terjaga. Karena itu, masyarakat lokal dan komunitas di sekitar kawasan harus dilibatkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pariwisata juga membuka peluang bagi investor untuk ikut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan wisata mangrove Kelawalu.

Menurut Zikri, peluang investasi dapat diarahkan pada pembangunan fasilitas pendukung, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekowisata maupun program yang berkaitan dengan pelestarian mangrove.

Dinas Pariwisata Kota dan Dinas Kehutanan Provinsi melakukan diskusi bersama dengan Dubes Jerman di Wisata Mangrove

“Kami membuka ruang bagi investor, termasuk dari Jerman, untuk melihat potensi yang ada di kawasan ini. Mudah-mudahan ada dukungan program maupun investasi yang bisa mendorong kawasan ini berkembang,” jelasnya.

Kunjungan tersebut turut melibatkan unsur masyarakat setempat, termasuk lurah, RT serta komunitas masyarakat adat yang berada di sekitar kawasan mangrove. Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari ekosistem sosial yang tidak terpisahkan dari pengembangan kawasan wisata.

Salah satu program yang memiliki perhatian terhadap kawasan hutan dan mangrove adalah Forest Programme VI. Kehadiran pihak-pihak yang memiliki fokus pada lingkungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai pelestarian dan pengembangan kawasan mangrove Kelawalu.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Oliver Sperling selaku Wakil Duta Besar Jerman, Sascha Reebs selaku Penasehat BMZ sekaligus Kepala Kerja Sama Pengembangan Kedutaan Besar Jerman, serta Dr. Angelika Stauder selaku Penasehat BMZ dan Wakil Kepala Kerja Sama Pengembangan Kedutaan Besar Jerman.

Hadir pula Dr. Bettina Kellersmann dari BMZ selaku Kepala Divisi 311 Asia Tenggara dan Thomas Staiger dari BMZ Divisi 311 Asia Tenggara, serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat Daya.

Zikri berharap kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kerja sama yang lebih konkret, sehingga pengembangan wisata mangrove Kelawalu tidak hanya berdampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, kawasan ini bisa kembali ramai, wisata ekonya berkembang, mangrove tetap terjaga, dan masyarakat di sekitarnya juga mendapatkan manfaat ekonomi,”tutupnya.