gsnews.co, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menduduki posisi Menteri Keuangan. Pelantikan Suahasil berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih sisa masa jabatan 2024-2029. Dalam prosesi pelantikan, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan dan berjanji menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika. Suahasil bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Kariernya di kementerian tersebut dimulai ketika dipercaya menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal pada 2016.

Sebelum bergabung dalam pemerintahan, Suahasil dikenal sebagai akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Ia telah menjadi dosen sejak 1999 dan memperoleh gelar Guru Besar Ilmu Ekonomi pada 2009. Pendidikan Suahasil ditempuh di UI dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar M.Sc. dari Cornell University pada 1997 serta Ph.D. bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003. Harta Kekayaan Rp138,17 Miliar Selain rekam jejaknya di pemerintahan dan akademik, harta kekayaan Suahasil juga menjadi perhatian setelah dirinya dipercaya menduduki posisi Menteri Keuangan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025, Suahasil memiliki total harta kekayaan sebesar Rp138.167.334.176 setelah dikurangi utang. Dokumen LHKPN tersebut mencatat Suahasil sebagai Wakil Menteri di Kementerian Keuangan. Laporan disampaikan pada 27 Februari 2026 dan berstatus verifikasi administratif lengkap. Dalam laporan tersebut, total harta Suahasil sebelum dikurangi utang mencapai Rp138.201.325.879. Adapun utang yang dilaporkan sebesar Rp33.991.703. Komponen kekayaan terbesar berasal dari surat berharga dengan nilai mencapai Rp66.876.177.492. Selanjutnya, Suahasil tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp49.857.555.000. Aset properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok. Dalam LHKPN, terdapat delapan bidang tanah dan bangunan yang seluruhnya berstatus hasil sendiri. Salah satu aset terbesar berupa tanah dan bangunan seluas 541 meter persegi/250 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp28 miliar. Selain itu, terdapat tanah dan bangunan seluas 505 meter persegi/200 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp5,7 miliar. Empat Mobil Tercatat dalam LHKPN Suahasil juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp1,228 miliar. Koleksi kendaraan yang tercatat dalam LHKPN terdiri dari empat mobil, yaitu Toyota Camry Sedan tahun 2013, Honda Jazz Sedan tahun 2019, Honda HRV tahun 2022, dan Toyota Alphard tahun 2019. Seluruh kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri. Toyota Alphard menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi, yakni Rp518 juta. Berikutnya Honda HRV senilai Rp330 juta, Honda Jazz Rp220 juta, dan Toyota Camry Rp160 juta. Di luar properti dan kendaraan, Suahasil juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp9.078.963.407. Ia turut melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp6.037.703.482 serta harta lainnya senilai Rp5.122.926.498. Dengan komposisi tersebut, surat berharga menjadi bagian terbesar dari portofolio kekayaan Suahasil Nazara. Nilainya mencapai sekitar Rp66,88 miliar atau hampir separuh dari total harta yang dilaporkan dalam LHKPN periode 2025. Kini, Suahasil mengemban tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah dinamika pemerintahan Kabinet Merah Putih.