NEW YORK — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, di tengah persiapan pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Kunjungan Netanyahu kali ini berlangsung singkat. Kantor Perdana Menteri Israel menyebut ia memiliki sejumlah agenda pertemuan dengan pemimpin negara lain di sela-sela Sidang Umum PBB. Namun, tidak terdapat agenda pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari Associated Press (AP), kantor Netanyahu mengatakan banyak pemimpin dunia meminta bertemu dengannya. Namun, Netanyahu disebut memiliki jadwal yang padat dan harus kembali ke Israel sebelum dimulainya hari raya Sukkot.

“Many world leaders asked to meet with him but that he was on a ‘tight schedule’,” demikian pernyataan kantor Netanyahu yang dikutip AP.

Dalam daftar agenda yang diumumkan, Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin, termasuk presiden Argentina, Bolivia, Paraguay, Panama dan Ethiopia, serta wakil presiden Kolombia dan perdana menteri Yunani, Slovenia serta Papua Nugini. Tidak ada nama Trump dalam daftar tersebut.

Advertisement

Ketiadaan agenda pertemuan dengan Trump menjadi perhatian karena keduanya sebelumnya kerap melakukan pertemuan dalam membahas hubungan Amerika Serikat-Israel serta situasi di Timur Tengah.

Di sisi lain, kehadiran Netanyahu di PBB berlangsung menjelang pemilu Israel. Sejumlah analis menilai pidatonya di forum internasional tersebut juga memiliki dimensi politik dalam negeri.

Alon Pinkas, mantan konsul jenderal Israel di New York dan mantan penasihat pemerintah Israel, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pidato Netanyahu di PBB merupakan agenda yang rutin, tetapi memiliki arti politik bagi pemilih di Israel.

“It's his way of being seen in Israel as standing up against the world,” kata Pinkas.

Nimrod Goren dari Mitvim, Israeli Institute for Regional Foreign Policies, juga mengatakan Netanyahu memasuki sidang PBB dengan perhatian terhadap pemilu Israel.

“Netanyahu is going into his UNGA speech with not one but both eyes focused firmly on the upcoming Israeli election,” ujar Goren.

Dalam pidatonya pada Kamis (24/9), Netanyahu membela kebijakan Israel dan menanggapi kritik terhadap pemerintahannya. Saat ia mulai berbicara, sejumlah delegasi meninggalkan ruang sidang.

CBS News melaporkan Netanyahu bahkan membuka pidatonya dengan menyindir para delegasi yang meninggalkan ruangan.

“If there are any other moral cowards who haven't yet left this hall, please do so now,” kata Netanyahu.

Pidato tersebut juga membahas Iran, perang di Gaza serta kritik terhadap Israel. Netanyahu menegaskan Israel akan terus mempertahankan negaranya.

Sementara itu, tidak adanya pertemuan dengan Trump menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan singkat Netanyahu ke New York. AP melaporkan agenda Netanyahu kali ini mencakup pertemuan dengan sejumlah pemimpin dunia, tetapi bukan dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio maupun sejumlah pemimpin negara Arab.

Kunjungan tersebut berlangsung sekitar satu bulan sebelum pemilu Israel. Netanyahu dijadwalkan kembali ke Israel setelah menyampaikan pidatonya di PBB.