SORONG,GSNews.Co - Transformasi Posyandu terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan registrasi, pengelolaan informasi, penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta peningkatan peran kader dalam penanggulangan tuberkulosis (TB).
Selain kegiatan temu kader yang berlangsung di Posyandu Harapan Kelurahan Remu Selatan ,Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong (Senin 12/10/2026), acara tersebut juga diisi dengan pemberian imunisasi serta penyaluran bantuan sembako kepada sejumlah kelompok masyarakat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, lanjut usia, dan penyandang disabilitas,bantuan tersebut berasal dari TP Posyandu Pusat.
Ketua Tim Posyandu Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat dalam sambutannya Menyampaikan penguatan Posyandu tidak hanya melalui kegiatan rutin, tetapi juga harus di dukung kebijakan yang jelas, kelembagaan yang tertata, kader yang kompeten, serta kerjasama lintas sektor.
“Kader Posyandu merupakan penggerak penting dalam keberhasilan transformasi Posyandu karena hadir secara langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu peningkatan kapasitas kader perlu di sertai pendampingan,koordinasi lintas sektor serta penerapan pengetahuan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari”. Kata Jemima
Ia juga menjelaskan, pelaksanaan transformasi Posyandu mengacu pada peraturan Menteri Dalam Negeri Nonor 13 Tahun 2024 tentang pos pelayanan Terpadu. Sementara itu, penguatan registrasi Posyandu di dukung keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5-1935 Tahun 2026 tentang tata cara pemberian nomor registrasi Pos Pelayanan Terpadu( Posyandu ).
Kota Sorong memiliki jumlah penduduk sebanyak 304.389 jiwa, dengan dukungan 118 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan sekitar 1.200 kader. Hal tersebut diungkapkan oleh Jemima dalam sambutannya mengenai perkembangan pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Sorong.
Dari total 118 Posyandu yang ada, sebanyak 87 Posyandu telah melaksanakan Integrasi Layanan Primer (ILP). Sementara itu, empat Posyandu lainnya telah melaksanakan pelayanan pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sementara itu Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu, menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, para kader juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM).
“Peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan harus kita apresiasi. Mereka dengan setia meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membantu memberikan pelayanan enam bidang SPM kepada masyarakat,” kata Orpa.
Orpa turut menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara PKK, Posyandu, dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kerja sama tersebut dinilai penting untuk mendukung pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia berharap keterlibatan kader Posyandu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.
Dalam Kesempatan ini Ketua Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Pusat, Suci Restuardy Daud, menyampaikan pesan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu bahwa kegiatan Posyandu menjadi kesempatan penting untuk bertemu dan mendengarkan secara langsung para kader yang selama ini berperan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pelayanan dasar. Kehadiran kader di tengah masyarakat dinilai penting untuk mendorong keterlibatan warga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan kepada pihak terkait.
Suci menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu diperkuat untuk mendukung pelayanan pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Ia menegaskan bahwa kedekatan kader Posyandu dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan.
Melalui peran aktif para kader, Posyandu diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar di berbagai bidang. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses informasi dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Penguatan peran kader Posyandu juga menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.







Komentar 0