SORONG, GSNews.co – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program kerja setelah menerima Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) Tahun Anggaran 2026. Dengan waktu yang tersisa sekitar dua bulan sebelum akhir tahun anggaran, setiap OPD diharapkan mampu memaksimalkan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.
Permintaan tersebut disampaikan Septinus Lobat dalam kegiatan penyerahan dokumen DPPA-SKPD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Lambertus Jitmau, Kota Sorong, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan, penyerahan dokumen anggaran perubahan harus segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan program secara nyata. Menurutnya, waktu yang terbatas menuntut setiap pimpinan OPD bekerja lebih efektif dan tidak menunda kegiatan yang telah direncanakan.
“Penekanannya, kita tinggal dua bulan lagi. Jadi, teman-teman pimpinan OPD yang sudah menerima DPPA bisa secepatnya melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada di masing-masing DPA-nya. Tentunya perlu kerja cepat,” ujar Septinus.
Ia mengatakan, pelaksanaan anggaran perubahan tetap diarahkan untuk mendukung visi pemerintah daerah dalam membangun Kota Sorong yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera.
“Fokus kita adalah Kota Sorong maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera. Itu visi kita. Karena itu, setiap program harus tetap memperhatikan arah pembangunan yang sudah ditetapkan pemerintah,” katanya.
Septinus menjelaskan, salah satu perhatian pemerintah saat ini adalah pembenahan wajah Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya. Penataan kawasan perkotaan dinilai penting untuk mewujudkan lingkungan yang lebih modern, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kita punya visi untuk menata Kota Sorong sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat Daya dan menjadi kota yang modern. Kita harus mempersiapkan penataan kotanya dengan baik,” ungkapnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah mulai mendorong pembangunan taman serta penanaman pohon di sejumlah lokasi. Program penghijauan ini diharapkan dapat menciptakan suasana kota yang lebih asri sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
Septinus pun mengajak masyarakat untuk turut menjaga tanaman yang telah ditanam oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup agar upaya penghijauan tidak sia-sia.
“Kita mulai membuat taman-taman dan menanam pohon untuk menghijaukan kota sesuai dengan visi kita. Kami memohon kepada masyarakat agar tidak menebang pohon yang ditanam oleh teman-teman dari Dinas Lingkungan Hidup,” tegasnya.
Selain penghijauan, kebersihan dan penataan sistem drainase menjadi perhatian penting pemerintah. Menurut Septinus, pembenahan saluran air perlu dilakukan secara bertahap, terutama di lokasi yang kerap mengalami persoalan aliran air ketika hujan turun.
“Kota harus bersih. Kita menata selokan, menata jalannya air, dan membuat kanal-kanal. Titik-titik yang selalu terdampak ketika hujan turun menjadi perhatian kita,” jelasnya.
Ia mencontohkan kawasan Kilometer 10 sebagai salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam penanganan aliran air. Sejumlah langkah telah mulai dilaksanakan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Meski demikian, Septinus mengakui bahwa tidak semua kebutuhan pembangunan dapat ditangani sekaligus. Pemerintah harus menetapkan prioritas agar anggaran yang tersedia digunakan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada saat ini. Tidak semua harus kita kerjakan, tetapi kita fokus pada visi dan misi pemerintah. Kota harus bersih, kota harus hijau,” tegasnya.
Ia berharap penyerahan DPPA-SKPD Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kinerja, mempercepat pelaksanaan program, serta menjaga agar setiap kegiatan tetap sejalan dengan prioritas pembangunan Kota Sorong.
Dengan percepatan tersebut, Pemerintah Kota Sorong berupaya memastikan program penataan kota, kebersihan lingkungan, dan penghijauan dapat terus berjalan meskipun waktu pelaksanaan anggaran semakin terbatas.







Komentar 0